situsjodoh.com nonton film online
resep kuliner cookpad bursa jual beli barang antik

Apa Arti Keyword Stuffing

Apa itu Keyword Stuffing ?

Keyword Stuffing  merupakan kegiatan memanipulasi ranking situs di halaman hasil pencarian Google dengan metode keyword yang ditargetkan secara berlebihan dengan cara yang tak wajar di dalam halaman sebuah situs.

Semisal : Ketika mencari sesuatu di Google, sesudah kita menemukan konten yang kita cari, kemudian kita buka situs tersebut di hasil pencarian ini, dan ternyata halaman postingan ini tak ada, malahan tulisan yang ada tak sama seperti kategori atau relevansi yang kita cari, Hal ini lah yang disebut dengan keyword stuffing.

Keyword stuffing termasuk ke dalam teknik SEO blackhat. Jadi, akan berdampak buruk terhadap blog kita. Kita mesti tau batas-batas dalam melakukan SEO, apabila over, maka akan dianggap spam oleh mesin pencari, hal terburuknya akan situs anda akan terkena Google sandbox. Jadi, Keyword Stuffing ini memberikan pengaruh buruk bagi blog atau situs yang anda miliki.

Optimasi mesin pencari haruslah alami, jangan memakai praktek SEO yang instant. Pemahaman dan pengalaman kita lebih baik diutamanakan daripada usaha yang dibuat dengan tergesa-gesa. Jika anda selalu konsisten dalam melakukan teknik seo yang bersih kemungkinan besar akan mendapatkan hasil yang memuaskan juga.

Dalam dunia SEO, keyword memang berperan sangat besar dalam peringkat di hasil pencarian. Hal Ini tergantung bagaimana kita memilih dan meletakan keyword dalam sebuah halaman atau postingan. Oleh sebab itu, kita mesti tau bentuk penulisan keyword stuffing, contohnya ada di bawah ini.

<meta content=’jasa seo professional, jasa seo murah, jasa seo terpercaya, jasa seo dijamin page one, jasa seo terbaik, jasa seo onpage, jasa seo offpage’

name=’keyword’/>

Amati contoh keyword di atas, “jasa seo” adalah keyword yang ditargetkan, tapi hal itulah yang menyebabkan kita dianggap sebagai spammer oleh mesin pencari. Seperti itulah contoh dari keyword stuffing. Untuk sesaat, teknik ini ampuh untuk meningkatkan rangking sebuah situs. Tapi, rangking ini tak akan bertahan lama.

Penggunaan keyword stuffing jelas merupakan taktik yang buruk untuk website Anda. Hal ini juga membuat pengalaman pengguna yang tidak menyenangkan.

Sebuah konten website seharusnya dibuat dengan tujuan untuk memberi informasi, mendidik, melayani, dan melibatkan pembaca. Saat Anda hanya mengisinya dengan kata kunci, Anda tidak akan bisa memenuhi tujuan tersebut. Anda tidak menulis untuk pembaca, tapi hanya mesin pencari.

Dampak lainnya adalah rasio bounce rate yang tinggi dan mendorong calon pelanggan potensial untuk menjauh dari bisnis Anda.

Mengapa bisa begitu? Karena aktivitas ini bisa menyebabkan website Anda mendapat penalti pencarian. Google berpotensi besar menghapus halaman Anda dari halaman hasil pencarian.

Cara Optimasi Keyword dengan Benar

Jika Anda ingin mendorong peringkat halaman untuk kata kunci tertentu, fokuslah untuk mengoptimalkan kata kuncinya, bukan melakukan praktek spam kata kunci. Distribusikan keyword sesuai dengan panduan SEO On Page yang tepat.

Optimasi SEO Anda juga bisa mengacu pada pedoman kualitas Google, “Berfokuslah pada pembuatan konten yang bermanfaat dan kaya informasi yang menggunakan kata kunci dengan tepat dan sesuai konteks.”

Anda juga bisa mengikuti 6 langkah berikut untuk mempraktekkan penggunaan keyword density yang sehat :

1. Tetapkan kata kunci utama untuk setiap halaman

Saat akan memulai SEO untuk halaman web, pilihlah satu kata kunci utama yang ditargetkan. Frasa utama ini harus relevan dengan topik dan berkaitan erat dengan konten.

Artinya, ini juga harus menjadi kata kunci populer dan persaingan rendah untuk mengoptimalkan peluang Anda di halaman pencarian.

Saat Anda menentukan kata kunci utama target untuk satu halaman web, hindari menetapkannya sebagai istilah utama untuk halaman lain di situs Anda.

Setiap halaman di situs Anda yang ingin diperingkatkan dalam pencarian perlu ditentukan sendiri kata kunci target yang unik. Tujuannya agar halaman konten Anda tidak saling bersaing dan mengirimkan pesan yang jelas ke mesin pencari tentang masing- masing konten.

2. Selalu tulis lebih dari 300 kata

Untuk mendorong mesin pencari memberi peringkat halaman untuk kata kunci target, selalu buat konten dengan lebih dari 300 kata. Anda bisa menetapkan standar yang lebih tinggi untuk hasil konten yang lebih berkualitas.

Tujuannya adalah agar mesin pencari bisa melihat bahwa website kita memberikan informasi yang relevan dan bermanfaat untuk pengguna. Buat konten Anda berbobot dan ‘dalam’ agar peringkat konten Anda semakin baik.

3. Ikuti panduan keyword density dalam konten

Kunci utama menghindari keyword stuffing adalah distribusi kata kunci yang tepat di konten Anda. Jangan terlalu sering menggunakannya, dan selalu tulis secara alami dan natural. Jaga keyword density Anda di bawah 2% sesuai dengan pedoman praktek SEO.

4. Gunakan variasi keyword

Cara terbaik untuk membuat mesin pencari memahami relevansi konten Anda adalah dengan memanfaatkan LSI keyword, dan variasi long-tail keyword. Jika praktek ini Anda lakukan secara konsisten, ini akan berdampak sangat baik untuk website Anda kedepannya.

LSI (Latent Semantic Indexing) keyword adalah list kata kunci yang bermakna mirip (sinonim) seperti keyword utama yang ditargetkan. Kata kunci utama yang digunakan dari tool adalah hasil penyeragaman dari beberapa kata kunci yang mirip.

Dalam prakteknya, pengguna bisa menggunakan kata kunci yang sangat beragam dari yang Anda lihat di tool riset kata kunci. Itulah mengapa Anda perlu mengoptimalkan penggunaan LSI keyword.

5. Distribusikan keyword dengan tepat

Distribusi keyword sangat penting dalam optimasi On Page. Selain menempatkan focus keyword di konten utama, Anda juga harus mendistribusikan keyword di elemen lain yang diperlukan.

Beberapa tempat yang bisa Anda gunakan untuk optimasi halaman antara lain :

  • Judul halaman
  • Setidaknya satu di sub judul
  • Tag judul
  • Meta deskripsi
  • Setidaknya satu di alt text gambar
  • Paragram pertama
  • Mendekati akhir tulisan

Taktik optimasi ini akan mengirim sinyal positif ke mesin pencari dan membuat halaman Anda mendapatkan perhatian karena relevansi konten yang tinggi.

Kesimpulan

Keyword Stuffing jelas bukan cara yang sehat untuk optimasi website Anda. Tidak ada jaminan juga Anda mendapat benefit apapun dari praktek ini, bahkan hasil instan sekalipun.

Karena Google terus melakukan pembaruan algoritma yang membuat mesin pencari mereka semakin canggih dan pintar. Google kini semakin mudah mengenali mana konten berkualitas dan mana konten yang sampah.

Jika Anda fokus mengoptimalkan konten Anda secara serius dengan cara yang sehat sesuai kaidah SEO, Anda pasti akan menikmati hasilnya.

Semoga bermanfaat!